Bukan Taman Safari

 




Malam ini spesial karena masjid jami’ desa kami kedatangan tamu, dari organisasi yang menaungi masjid masjid di desa. Safari ramadhan yang dimulai dari masjid ini dan berlanjut ke masjid dan musholla di desa hingga akhir ramadhan dan selalu begitu pada tahun lalu. Kesempatan ini tidak disia sia kan kyai margi slamet, Beliau akan banyak bertanya atas kegalauannya juga bertanya untuk memberitahu jamaah dengan penjelasan dari tim safari ramadhan. Strategi jitu, nabok nyeleh tangan. Kadang perlu juga untuk orang yang angel tuturane.

Sempat was was ada edaran larangan buka bersama dari negara, dan ternyata hanya berlaku bagi pejabat tinggi, yang tinggi sekali. Pejabat di desa termasuk pada pejabat teras, _teras masjid_ yang masih suka berkumpul bertemu di emperan masjid di perkumpulan rutin malam jum’at membicarakan banyak hal. Masjid kami dipusat pemerintahan desa, hanya dipisah lapangan bola volly. Maka safari ramadhan dimulai sebagai sarana konsolidasi organisasi, yang menjadikan masyarakat guyub rukun ayem trentrem mulyo lan tinoto. Slogan yang bagus milik pemerintah kabupaten Tulungagung.

Setelah mukaddimah dan kultum, dilanjutkan sesi tanya jawab. Tentu ini kesempatan yang tidak disia siakan, gumam kyai slamet. “Begini saya pernah dibulan ramadhan niat mokel_iftar_ karena tidak kuat menahan haus karena panen padi di sawah, terus setelah sampai rumah bertemu senyum istri langsung adem hilang dahaga tadi, juga malu pada cucu belum baligh yang full puasa sampai sore. Bagaimana puasa saya ?”  “lanjutkan sah puasanya” jawab kyai imron. Karena ibadah puasa beda dengan sholat, jika didalam sholat pindah niat atau niat berhenti sholat maka sholatnya berhenti dan batal, niat puasa jaraknya boleh lama sebelum fajar_ setelah sholat tarawih misalkan_ namun kalo niat sholat berbarengan dengan takbiraul ihrom.

“ada lagi pertanyaan titipan para emak, apakah membatalkan puasa jika mencicipi masakan” . “tetap sah puasanya, lanjutkan. Yang terpenting jika mencicipi makanan hanya sampai dilidah saja, tidak melewati kerongkongan. Meskipun mencicipi satu mangkok_ apa ada” jelas kyai imron. Pertanyaan yang pasti dan sering muncul dimanapun safari ramadhan. Pertanyaan terakhir yang ketiga, lanjut kyai margi slamet. “bagaimana hukumnya salaman setelah sholat? “. “boleh salaman_ boleh tidak, untuk menjaga kerukunan warga dan jamaah lebih baik salaman, gusti Allah senang jika hambanya guyup rukun. Tapi jika salaman lihat lihat dulu sebelahnya dia sudah selesai apa belum sholatnya, jika belum selesai jangan di ajakan salaman nanti batal sholatnya_ apalagi bukan muhrim he he he” jelas kyai imron dengan guyon khas nya. Waallahu a’lambisshowab. Dari penjelasan yang ringan dan pas dalam tataran masyarakat desa, dan dengan riang gembira dalam menjalankan syariat maka masyarakat akan semakin mendekat kepada agama.

Sebagai guru agama, pengetahuan yang luas dan mendalam sangat perlu namanya kompetensi Profesional, semakin banyak bacaan semakin kecil perselisihan. Jika hanya mengandalkan pengetahuan lewat bangku kuliah menjadi sarjana tentu belum cukup,  ketika perkuliahan lebih pada pengetahuan yang luas membuka cakrawala berfikir mahasiswa, pendalamannya tetap ikut pengajian offline_bandongan, maupun online menjadi jamaah youtobiyyah. Dimanapun tempat bisa menjadi tempat belajar, bersafari lah dengan banyak buku bacaan, bertamasyalah dengan fikiran tokoh tokoh besar. Karena fikiran dan perkataan kita tidak jauh apa yang kita baca.

4 Ramadhan 1444 H, Ahad 26 Maret 2023

Cak_yus

 

Comments

  1. Asyik cak kaji yuss..serasa ikut ngaji. Swun sanget ilmunya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

GONDOSULI PARK. BERSYUKUR MENJADI MAKMUR

Gravitasi dan Bedug

Pawai Ta'aruf Ramadlan setelah Covid19